Jaringan pada
umumnya tersebar secara geografis. Mungkin ada kebutuhan untuk menghubungkan
dua jaringan yang berbeda dari jenis yang sama serta pada berbagai jenis. Routing antara dua jaringan disebut internetworking.
Jaringan dapat
dianggap berbeda berdasarkan berbagai parameter seperti, protokol, topologi,
Jaringan layer-2 dan skema
pengalamatan. Di internetworking, router memiliki pengetahuan tentang
masing-masing alamat dan alamat melampaui router. Router dapat diatur secara
statis pada jaringan yang berbeda atau router dapat belajar dengan
menggunakan internetworking protokol
routing.
Protokol routing yang digunakan dalam organisasi
atau administrasi disebut Interior
Gateway protokol atau IGP. RIP, OSPF adalah contoh IGP. Routing antara organisasi berbeda atau
administrasi mungkin memiliki eksterior gateway
protokol, dan ada hanya satu zona yakni perbatasan gateway protokol.
Terdapat dua cara
pada internetworking, yaitu:
1.
Tunneling IP-in-IP (IPIP)
Tunneling adalah mekanisme dengan mana dua atau lebih jaringan yang sama
berkomunikasi dengan satu sama lain, melewati menengah kompleksitas jaringan.
Tunneling dikonfigurasi pada kedua ujungnya.
Jika
dua jaringan geografis terpisah, yang ingin berkomunikasi dengan satu sama
lain, mereka mungkin menyebarkan khusus antara atau mereka harus melewati data
mereka melalui jaringan menengah.
Untuk
membangun tunnel, kedua kantor baik
kantor cabang maupun kantor pusat harus terkoneksi ke internet dan memiliki IP public static. Tunneling merupakan salah satu cara untuk membangun sebuah
jalur antar mikrotik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. Jika
digambarkan dalam bentuk topologi, akan terlihat seperti berikut :
Nantinya,
jaringan lokal dibawah router di kantor cabang dan router di kantor pusat akan
bisa saling bertukar informasi dan bertukar file. Jika kita perhatikan jaringan
lokal di Head Office dan Branch Office memiliki segment network yang sama. Dan nantinya
kedua jaringan lokal ini akan dapat saling berkomunikasi dengan memanfaatkan
fitur tunneling di MikroTik.
Protokol
IPIP berkerja dengan mengenkapsulasi paket data dari satu IP ke IP lain untuk
membentuk network tunnel. IPIP dapat
berjalan hampir di semua jenis router
selama router tersebut mendukung
protokol IPIP. Akan tetapi, IPIP tidak dapat di-bridge sehingga jaringan lokal dibahwa router Head Office dan Branch
Office harus menggunakan segmen IP address
yang berbeda.
Buat
interface IPIP di kedua router, router Head Office dan router
Branch Office. Masuk ke menu "Interfaces",
klik tombol + (add), kemudian pilih
IP Tunnel.
Pada
parameter "Local Address",
isi dengan IP Pubic yang ada di router itu sendiri, dan isi parameter
"Remote Address" dengan IP Public router lawan. Juga dilakukan
disisi Branch Office. Jika IP Tunnel
sudah terbentuk, tambahkan IP address pada interface
tunnel tersebut. Masuk ke menu "IP Address",
kemudian klik tombol + (add). IP address
yang ditambahkan di sisi Head Office
dan Branch Office harus satu segmen.
Sekarang
coba lakukan ping antar router dengan
menggunakan IP address yang baru saja
dipasang tadi. Jika IP Tunnel udah
berjalan, maka ping akan berjalan normal dengan menggunakan segmen IP
192.168.2.0/24. Pertanyaannya apakah jaringan lokal di kedua kantor sudah bisa
interkoneksi ? dan ternyata belum bisa saling interkoneksi karena berbeda
segmen. Kita perlu membuat rule static
route agar kedua jaringan bisa saling mengenal walaupun berbeda segmen.
Setelah
kita tambahkan rule routing tadi,
host yang berada di jaringan lokal Head
Office akan bisa saling interkoneksi dengan host yang berada di jaringan lokal
Branch Office.
2.
Tunneling Ethernet Over IP (EoIP)
EoIP
merupakan protokol proprietary
MikroTik (support juga di linux
tetapi harus di-compile manual). Maka untuk menggunakan fitur ini, router di
Head Office dan router di Branch Office harus sama - sama
menggunakan router MikroTik. EoIP
menggunakan Protocol GRE (RFC1701).
Dari
detail topologi yang sudah digambarkan diatas, kita akan coba implementasikan
dengan EoIP. Pertama, tambahkan interface
EoIP di menu "Interfaces".
Klik tombol + (add), kemudian pilih
EoIP. Langkah ini dilakukan di kedua router, baik router di Head Office maupun router di Branch Office.
Akan
muncul properties interface baru yang
perlu kita setting, yang paling
penting adalah parameter "Remote Address" dan "Tunnel ID". Pada saat setting router MikroTik disisi Head Office, isi parameter Remote Address dengan IP Public yang dimiliki oleh router yang ada di Branch Office. Lakukan hal yang sama ketika setting router disisi Branch
Office, bisa dianalogikan seperti bertukar informsi IP Public. Kemudian pada parameter Tunnel
ID, pastikan memiliki nilai yang sama antara Tunnel ID router Head Office dengan router
Branch Office.
Jika
EoIP sudah berjalan dan muncul flag
"R", selanjutnya kita buat bridge
yang nanti akan menjembatani transmisi data dari jaringan LAN yang akan
melewati EoIP. Masuk ke menu Bridge,
kemudian klik tombol + (add). Isi
nama bridge sesuai keinginan.
Selanjutnya,
tambahkan interface EoIP dan interface ethernet yag terkoneksi ke
jaringan lokal LAN ke dalam Port Bridge.
Jadi ada dua interface yang menjadi port
bridge.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar